Dimulai masa pemerintahan orde baru
Indonesia memasuki masa pemerintahan orde baru sejak dimulainya era peralihan kepemimpinan Presiden Soekarno kepada presiden Soeharto dalam kurun waktu tahun 1966 hingga 1968
Wakil Presiden Pada Masa Orde Baru
1). Hamengkubuwono IX
24 Maret 1973–23 Maret 1978
2). Adam Malik
23 Maret 1978–11 Maret 1983
3). Umar Wirahadikusumah
11 Maret 1983–11 Maret 1988
4). Soedharmono
11 Maret 1988–11 Maret 1993
5). Try Sutrisno
11 Maret 1993–11 Maret 1998
6). B.J. Habibie
11 Maret 1998–21 Mei 1998
Pemerintahan Orde Baru pada masa awal berdirinya
mewarisi kondisi keterpurukan ekonomi dari pemerintahan sebelumnya. Keterpurukan tersebut berbentuk inflasi yang parah sehingga kondisi masyarakat cukup memprihatinkan.
Pemerintah Orde Baru mewacanakan Trilogi Pembangunan
sebagai landasan penentuan kebijakan politik, ekonomi, dan sosial dalam melaksanakan pembangunan negara. Trilogi pembangunan tersebut adalah terwujudnya stabilitas politik dan keamanan, pembangunan disegala aspek kehidupan, dan pemerataan pembangunan beserta hasil-hasilnya
Pada saat memasuki Pembangunan Jangka Panjang Tahap 2, pemerintah banyak mendorong
pemerintah telah mendorong banyak industri strategis yang menjadi simbol bagi kemajuan negara Indonesia
Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar)
Tahun 1966 adalah tahun diberikannya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno kepada Soeharto sebagai panglima militer untuk mengamankan kondisi negara yang saat itu sedang mengalami krisis politik dan ekonomi
Ciri-ciri profil pemerintahan Orde Baru:
1). Kekuatan Militer yang Dominan
2). Sentralisasi Kekuasaan
3). Pembangunan Ekonomi
4). Represi Politik
5). Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN)
6). Pembangunan Infrastruktur
7). Stabilitas Politik
langkah pertama yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi inflasi
dengan membuat program pemulihan ekonomi sebelum rencana pembangunan jangka panjang dimulai.
Program unggulan yang dilakukan oleh pemerintah selama PJP Tahap 1 berlangsung
1). Keluarga Berencana (KB)
2). Transmigrasi
3). Industrialisasi Pertanian
4). Pendidikan Dasar
Salah satu proyek unggulan pada saat memasuki pembangunan jangka panjang tahap
adalah pengembangan pesawat terbang nasional yang dikelola oleh Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN)
Peristiwa pemberian Supersemar menandai
Melemah nya kekuasaan Soekarno disatu sisi dan semakin menguatnya kekuatan Soeharto disisi lain hingga akhirnya pada tahun 1968, Soeharto resmi diangkat menjadi presiden oleh majelis permusyawaratan rakyat sementara (MPRS)
Pemerintahan Orde Baru berakhir
Pemerintahan Orde Baru berakhir setelah terjadinya reformasi politik pada tahun 1998 yang dipicu oleh krisis ekonomi.
Program Pembangunan Jangka Panjang (PJP)
berlangsung selama 25 tahun. PJP tahap 1 direncanakan pada tahun 1969 hingga 1994, sementara tahap 2 direncanakan pada tahun 1994 hingga 2019. Setiap PJP dibagi ke dalam 5 periode pembangunan yang disebut sebagai Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita)
PJP tahap 2
Setelah PJP Tahap 1 berakhir, pemerintah Orde Baru secara optimis melanjutkan PJP Tahap 2 untuk kurun waktu tahun 1994 hingga 2019
IPTN telah melakukan berbagai upaya pengembangan dari sejak didirikan pada tahun 1976 hingga akhirnya
berhasil merancang pesawat nasional bernama N250 yang terbang perdana pada 10 Agustus 1995 di Bandara Husein Sastranegara Bandung
Hal pertama yang dilakukan oleh pemerintahan Orde Baru
mengupayakan kestabilan di bidang politik dan ekonomi dan juga lebih membatasi aktivitas politik masyarakat seperti kebebasan menyampaikan pendapat atau mengadakan kegiatan-kegiatan politik yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan pemerintah.
Akibat terjadinya krisis ekonomi
Terjadinya krisis tersebut menjadi momentum bagi golongan prodemokrasi untuk menuntut perubahan sistem politik yang lebih demokratis.
Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita)
Repelita adalah satuan program pembangunan yang diselenggarakan dalam waktu lima tahun secara berkesinambungan.
Tujuan PJP tahap 2
PJP tahap 2 dimulai dengan Pelita VI (1994-1998) yang bertujuan mendorong pembangunan dari segi industri dan pengembangan sumber daya manusia.
Mengapa proyek pesawat N250 maupun N2130 harus terhenti dan kapan pesawat N250 resmi dimuseumkan
Karena seiring dengan terjadinya krisis ekonomi yang meruntuhkan pemerintahan Orde Baru. Proyek tersebut kemudian tidak pernah sempat dilanjutkan hingga pada tanggal 21 Agustus 2020 pesawat N250 resmi dimuseumkan.
Masa pemerintahan Orde Baru berlangsung selama
kurang lebih 32 tahun (1966-1998). Selama masa tersebut, presiden secara berturut-turut dijabat oleh Soeharto dengan wakil presiden yang berganti-ganti seiring dengan periode pergantian kabinet setelah diadakannya Pemilu.
Presiden Soeharto mengundurkan diri
Presiden Soeharto mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei 1998. Peristiwa pengunduran diri tersebut kemudian dianggap sebagai berakhirnya masa pemerintahan orde Baru.
Repelita untuk PJP Tahap 1
Repelita untuk PJP Tahap 1 adalah sebagai berikut:
• Pelita I (1969–1974) bertujuan memenuhi kebutuhan dasar dan infrastruktur dengan penekanan pada bidang pertanian.
• Pelita II (1974–1979) bertujuan meningkatkan pembangunan di pulau-pulau selain Jawa, Bali, dan Madura.
• Pelita III (1979–1984) bertujuan mengembangkan bidang industri padat karya untuk meningkatkan ekspor.
• Pelita IV (1984–1989) bertujuan menciptakan lapangan kerja baru dan industri.
• Pelita V (1989–1994) bertujuan mengembangkan bidang transportasi, komunikasi dan pendidikan.
PJP tahap 2 terhenti dan Repelita VII tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan perencanaan.
karena bangunan ekonomi Indonesia yang ternyata rapuh menghadapi krisis ekonomi yang melanda Asia pada tahun 1997 dan berkembang semakin parah di tahun 1998. Krisis ekonomi yang kemudian memicu kerusuhan politik ini akhirnya mengakhiri era pemerintahan Orde Baru.
Sebutkan dan jelaskan proyek-proyek yang dilakukan oleh IPTN
merancang pesawat nasional bernama N250 yang terbang perdana pada 10 Agustus 1995 dan kemudian mengembangkan pesawat jet dengan kapasitas yang jauh lebih besar bernama pesawat N2130. (Pesawat IPTN N2130 tersebut diprediksi akan menandingi pesawat Boeing 737 dan Airbus A320).