TIRAI 1
TIRAI 2
TIRAI 3
TIRAI 4
100

Apa yang dimaksud dengan Clean Production?

A. Pengolahan limbah setelah proses produksi selesai
B. Strategi pengelolaan lingkungan yang mencegah limbah sejak sumbernya
C. Pembuangan limbah ke tempat pembuangan akhir
D. Penggunaan mesin berkapasitas besar untuk meningkatkan produksi

B. Strategi pengelolaan lingkungan yang mencegah limbah sejak sumbernya.

100

Sebutkan tiga sumber pemborosan yang dapat dikurangi atau waste reduction melalui penerapan clean production!

  • Material loss atau kehilangan material.
  • Reject product atau produk cacat.
  • Overproduction atau produksi berlebih.
100

Salah satu tujuan utama penerapan produksi bersih adalah

A. Meningkatkan jumlah limbah
B. Meningkatkan penggunaan bahan baku
C. Mengurangi limbah dan emisi dari proses produksi
D. Meningkatkan penggunaan energi

C. Mengurangi limbah dan emisi dari proses produksi.

100

Pendekatan yang berfokus pada pengolahan limbah setelah limbah terbentuk disebut 

A. Cleaner Production
B. Source Reduction
C. End-of-Pipe Approach
D. Eco Design

C. End-of-Pipe Approach

200

Jelaskan perbedaan utama antara produksi konvensional (end-of-pipe) dan produksi bersih (cleaner production) dalam menangani limbah!

Produksi konvensional (End-of-Pipe) berusaha menangani limbah setelah limbah terbentuk. 

Sedangkan produksi bersih (Cleaner Production) berusaha mencegah limbah sejak sumbernya dengan memperbaiki proses serta mengoptimalkan

200

Sumber daya yang menjadi perhatian dalam Resource Efficiency adalah 

A. Material, energi, dan air
B. Tenaga kerja, modal, dan pemasaran
C. Produk, konsumen, dan distributor
D. Harga, promosi, dan penjualan

A. Material, energi, dan air

200

Urutan hierarki produksi bersih dari prioritas yang paling diutamakan hingga paling akhir adalah 

A. Disposal → Treatment → Recovery → Recycling → Reuse → Source Reduction
B. Source Reduction → Reuse → Recycling → Recovery → Treatment → Disposal
C. Reuse → Recycling → Source Reduction → Treatment → Recovery → Disposal
D. Recycling → Reuse → Recovery → Treatment → Disposal → Source Reduction

B. Source Reduction → Reuse → Recycling → Recovery → Treatment → Disposal

200

Sebuah pabrik menggunakan kembali air bekas proses pencucian untuk proses pencucian awal. Strategi tersebut termasuk

A. Recovery
B. Treatment
C. Reuse
D. Disposal

C. Reuse

300

Sebuah perusahaan mengganti bahan kimia berbahaya dengan bahan yang lebih aman dan ramah lingkungan. Strategi yang digunakan adalah...

A. Good Housekeeping
B. Input Substitution
C. Recycling
D. Disposal

B. Input Substitution

300

Mengapa produk cacat (defect product) dapat dianggap sebagai bentuk waste dalam perspektif Teknik Industri dan produksi bersih? Jelaskan kaitannya dengan material, energi, waktu, dan biaya.

Produk cacat merupakan waste karena bahan baku, energi, waktu, dan tenaga kerja sudah digunakan untuk menghasilkan produk tersebut, tetapi produk akhirnya tidak dapat digunakan atau dijual sesuai standar.

300

Manakah tindakan yang paling sesuai dengan prinsip pencegahan limbah sejak sumbernya?

A. Menambah kapasitas IPAL
B. Mengirim seluruh limbah ke tempat pembuangan
C. Mengoptimalkan parameter proses agar penggunaan bahan baku berkurang
D. Mengolah limbah setelah proses produksi selesai

C. Mengoptimalkan parameter proses agar penggunaan bahan baku berkurang

300

Apa rumus perhitungan dalam indikator Energy Efeciency atau Energy Intensity (EI)

EI = Energi yang digunakan / Jumlah produk

400

Sebutkan tahapan dalam analisis Life Cycle Assessment (LCA) 

  • Raw Material
  • Production
  • Distribution
  • Use
  • Disposal
400

Sebuah industri mengalami empat masalah:

  • konsumsi air tinggi,
  • konsumsi energi tinggi,
  • penggunaan bahan kimia berbahaya,
  • banyaknya kebocoran pada sistem produksi.

Manakah kombinasi strategi yang paling tepat?

A. Reuse – Disposal – Recycling – Treatment
B. Water Efficiency/Reuse – Energy Efficiency – Input Substitution – Good Housekeeping
C. Treatment – Disposal – Recovery – Recycling
D. Recycling – Reuse – Disposal – Treatment

B. Water Efficiency/Reuse – Energy Efficiency – Input Substitution – Good Housekeeping

400

Indikator keberhasilan clean production

  • Material Efficiency
  • Energy Efficiency
  • Water Efficiency
  • Waste Reduction
  • Quality Improvement
  • Cost Reduction
400

Sebuah pabrik menghasilkan scrap logam setiap hari. Manajemen memiliki beberapa alternatif:

  1. Mengurangi scrap melalui optimasi parameter mesin.
  2. Menggunakan kembali scrap tanpa pengolahan.
  3. Melebur scrap menjadi bahan baku baru.
  4. Mengolah limbah sebelum dibuang.
  5. Membuang scrap ke tempat pembuangan akhir.

Jika alternatif tersebut diurutkan berdasarkan prioritas hierarki produksi bersih, urutan yang tepat adalah

A. 1 → 2 → 3 → 4 → 5
B. 5 → 4 → 3 → 2 → 1
C. 2 → 1 → 3 → 4 → 5
D. 1 → 3 → 2 → 5 → 4

A. 1 → 2 → 3 → 4 → 5

M
e
n
u