Orde Lama merujuk pada masa pemerintahan Presiden..
Presiden Soekarno
tujuan utama dari dekrit presiden 5 Juli 1959
Membubarkan Konstituante, kembali ke UUD 1945, dan mengakhiri sistem Demokrasi Liberal.
Salah satu ciri pembangunan masa Demokrasi Terpimpin
Dominasi kebijakan oleh presiden tanpa melibatkan parlemen
Penyebab utama krisis ekonomi pada masa Orde Lama
Hiperinflasi akibat pengeluaran besar untuk proyek pembangunan
3 proyek yang terkenal pada masa pemerintahan orde lama
Monumen Nasional (Monas), Hotel Indonesia, Gelora Bung Karno
Masa pemerintahan Orde Lama berlangsung dari
Masa pemerintahan Orde Lama berlangsung dari tahun 1945 sampai tahun 1966
Konsep politik yang digunakan Soekarno untuk menyatukan ideologi di Indonesia!
Nasakom yaitu kepanjangan dari Nasionalisme, Agama, Komunis
Pembangunan ekonomi negara dapat dilanjutkan oleh tiga kelembagaan
1. Kepanitiaan pada Kementerian Perdagangan dan Industri; 2. Dewan Perancang Negara dan Biro Perancang Negaradan 3. Dewan Perancang Nasional (Depernas).
terjadi inflasi yang sangat tinggi pada masa Orde Lama disebabkan oleh
pencetakan uang secara berlebihan untuk membiayai proyek-proyek besar dan pengeluaran negara yang tidak terkendali.
Proyek-proyek yang dilakukan pada masa Orde Lama menuai kritik rakyat yaitu
Proyek-proyek ini mencerminkan ambisi besar Soekarno, tetapi banyak dikritik karena mengabaikan kebutuhan dasar rakyat seperti pembangunan sektor pertanian dan industri.
Perubahan kondisi politik di Indonesia pada masa Orde Lama
Perubahan kondisi politik setelah dikeluarkannya dekrit presiden 5 Juli 1959 dari demokrasi parlementer menjadi terpimpin
Presiden Sukarno berhasil menyatukan berbagai unsur kekuatan politik di Indonesia dan membentuk kabinet baru
Pada masa demokrasi terpimpin (1959-1966), yang bernama kabinet Gotong Royong.
Panitia Pemikir Siasat Ekonomi kemudian menghasilkan dokumen perencanaan pertama dalam sejarah pembangunan di Indonesia
Yang bernama “Dasar-dasar Pokok daripada Plan Mengatur Ekonomi Indonesia.”
tantangan utama pemerintah dalam melaksanakan pembangunan ekonomi pada masa Demokrasi Terpimpin
Krisis ekonomi akibat inflasi tinggi.
Ketidakstabilan politik karena konflik ideologi.
Ketergantungan pada bantuan ekonomi dari Blok Timur.
Indonesia memainkan peran penting dalam gerakan negara-negara Non-Blok. Soekarno juga menjalin hubungan erat dengan negara-negara Blok Timur yang berpengaruh terhadap Indonesia yaitu
Hubungan erat dengan Blok Timur membuat Indonesia mendapat dukungan finansial, tetapi juga membuat Indonesia terisolasi dari negara-negara Barat.
Sistem perekonomian di Indonesia pada masa Orde Lama
Sistem perekonomiannya masih mewarisi struktur kolonial di mana jaringan lembaga ekonomi nasional belum memiliki kekuatan yang optimal
alasan utama Indonesia mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959
Alasan utama adalah kegagalan Konstituante untuk menyusun undang-undang dasar baru, sehingga Soekarno mengeluarkan dekrit untuk kembali ke UUD 1945 dan mengakhiri sistem Demokrasi Liberal.
Tonggak awal pembangunan Orde Lama dimulai dengan
Yakni pembentukan Vadan Perancang Ekonomi pada 19 Januari 1947 atas inisiatif Menteri Kemakmuran, Dr. A.K. Gani. Badan ini bertugas menyusun rencana pembangunan ekonomi untuk jangka waktu 2-3 tahun selama 10 tahun ke depan.
dampak dari hubungan internasional Indonesia dengan negara Blok Timur terhadap pembangunan nasional pada masa Orde Lama
Dukungan Blok Timur, seperti Uni Soviet, membantu pembiayaan proyek infrastruktur besar.
Indonesia menjadi lebih terisolasi dari negara-negara Barat.
Menambah ketergantungan pada bantuan ekonomi dan militer dari Blok Timur.
Sistem Ekonomi yang terpusat, Pada masa Demokrasi Terpimpin (1959–1965), pembangunan ekonomi dikendalikan langsung oleh negara sehingga
Akibat kebijakan ini, inflasi meningkat tajam hingga mencapai lebih dari 600% per tahun pada awal 1960-an. Hal ini menyebabkan kondisi ekonomi rakyat memburuk.
Kondisi keamanan negara Indonesia pada masa pemerintahan Orde Lama
masih belum stabil, baik karena konflik internal (terjadinya pemberontakan-pemberontakan dan persinggungan ideologi politik) maupun konflik eksternal (terjadinya peperangan melawan Belanda yang belum mengakui kemerdekaan Indonesia hingga tahun 1945)
hun 1949).
Gambar 3.3 Sukarno, Presiden
Pertama Republik Indonesia
Sumber: Public Domain/N.V. Wirontono/
Akhir masa kepemimpinan Presiden Soekarno
Persatuan tidak bertahan lama, Indonesia mengalami berbagai krisis yang memicu konflik besar hingga beralihnya kekuasaan pada pemerintahan Orde Baru.
Tugas Panitia Pemikir Siasat Ekonomi pada 12 April 1947 yang diketuai oleh Mohammad Hatta
Panitia ini bertugas untuk mengumpulkan data dan mempelajari strategi pembangunan yang bisa menjadi saran bagi pemerintah dalam merencanakan pembangunan ekonomi di tengah upaya mempertahankan kemerdekaan.
Pembangunan pada masa Orde Lama terjadi pada bidang
Bidang Infrastruktur (sarana prasarana menunjang kehidupan), Bidang Transportasi (membangun dan merenovasi jalan, dsb), Bidang Komunikasi (membangun dan meluaskan jaringan telepon), Bidang Kesehatan, Bidang Kesejahteraan.
Bukti dari Pemerintah Orde Lama menggunakan seni dan budaya untuk mendukung ideologi dan semangat nasionalisme
Film-film seperti "Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI" dan "Pagar Kawat Berduri" diproduksi untuk memperkuat narasi nasionalis.
Seni pertunjukan seperti wayang dan tari tradisional dikembangkan untuk menunjukkan identitas bangsa.