Category 1
Category 2
Category 3
Category 4
100

Kriteria disebut Amblyopia

BCVA <6/9 atau perbedaan visus lebih dari 2 baris antara kedua mata

100

Berikut adalah penyebab atau faktor resiko terjadi nya amblyopia, kecuali

Tumor palpebra

100

Berikut ini merupakan faktor yang meningkatkan resiko kelainan kongenital pada mata, kecuali

Paparan Layar Komputer atau Gadget

100

Berikut ini yang merupakan kelainan kongenital segmen anterior ialah

Heterochromia

200

Yang berperan dalam fungsi stereopsis dan color vision

Parvocellular

200

Tanda dari anisometric amblyopia adalah

Asymmetric visual behavior

200

Kelainan kongenital yang menyebabkan gangguan mengangkat kelopak mata sehingga kelopak mata sulit diangkat disebut

Ptosis Kongenital

200

Yang merupakan tujuan terapi yang tepat pada kelainan kongenital anoftalmus ialah

Memperbaiki estetika mata

300

Berikut patofisiologi terjadinya amblyopia adalah

Gangguan distorsi dan supresi kortikal

300

Target perkembangan visus pada usia 3-5 tahun

Spherical refraction (+1-2D)

300

Jenis kelainan kongenital dimana posisi mata tidak berada dalam posisi yang seharusnya sejak lahir atau dalam beberapa bulan pertama kehidupan disebut

Strabismus Kongenital

300

Posisi kelainan bola mata yang menunjukkan salah satu bola mata mengarah ke arah lateral disebut

Exotropia

400

Berikut yang bukan merupakan tipe dari amblyopia adalah

Amblyopia neurogenic

400

Terapi awal yang dapat diberikan pada pasien amblyopia

Koreksi refraksi kacamata

400

Prognosis baik pada kelainan kongenital segmen anterior yaitu glaukoma kongenital jika ditangani lebih dini yaitu pada usia

2 – 8 bulan

400

Tidak terbentuknya sebagian kelopak mata sehingga kelopak mata memiliki celah yang terbuka saat menutup disebut

Coloboma Palpebra

500

Berikut faktor ambliogenik anisometropia adalah

Astigmat >1.50 D

500

Berikut faktor ambliogenik isometropia adalah

Myopia >8.00 D

500

Kelainan kongenital yang ditandai oleh eksoftalmos, hipoplasia maksila, pembesaran tulang-tulang hidung, menjauhnya jarak antara kedua mata (hipertelorisme okuler), atrofi optik, dan kelainan tulang regio sinus perilongitudinalis, merupakan ciri khas dari

Crouzon syndrome

500

Kelainan kongenital pada mata yang bisa ditemukan pada penyakit Marfan syndrome, yaitu

Ectopia Lentis