KONSEP WILAYAH
PEWILAYAHAN
PEMBANGUNAN WILAYAH
PENGEMBANGAN DAN SDGs
DESA DAN PERMASALAHANNYA
100

Daerah Arunika terdiri dari beberapa kabupaten, tetapi semuanya memiliki karakteristik pegunungan kapur yang sama. Jenis wilayahnya?

Wilayah homogen

100

Peneliti membagi Daerah Nusadaya menjadi beberapa bagian berdasarkan kesamaan curah hujan. Prosesnya?? 

 Generalisasi

100

Daerah Bukit Jaya kaya SDA, tetapi sulit berkembang karena sulit dijangkau. Faktor penghambatnya?

Aksesibilitas 

100

Pemerintah memusatkan pembangunan pada kota utama untuk meningkatkan ekonomi dan lapangan kerja. Pendekatannya?

Koridor pertumbuhan

100

Desa Mentari memiliki potensi SDA, tetapi belum mampu mengelolanya. Kategorinya?? 

Desa sangat tertinggal

200

Kota Sentara menjadi pusat perdagangan dan pekerjaan bagi beberapa kota di sekitarnya. Jenis wilayahnya?

Wilayah fungsional

200

Setelah wilayah dibagi berdasarkan karakteristik, peneliti menentukan batas terluar setiap wilayah. Prosesnya?? 

Delimitasi

200

Daerah Maju Raya memiliki jalan dan gedung modern, tetapi pola pikir masyarakat belum berkembang. Pembangunan yang kurang?? 

Pembangunan nonfisik

200

Pemerintah memprioritaskan pembangunan wilayah sekitar pusat kota agar pembangunan lebih merata. Pendekatannya?? 

 Koridor pemerataan

200

Desa Suka Jaya memiliki potensi SDA, tetapi belum dikelola. Kategorinya?? 

 Desa tertinggal

300

Masyarakat menyebut Pusparaya sebagai “Kota Seribu Bunga” tanpa penetapan batas resmi. Jenis wilayahnya?

Wilayah vernakular

300

Wilayah dikelompokkan secara sistematis berdasarkan tingkat kepadatan penduduk. Prosesnya?? 

Klasifikasi

300

Daerah memiliki SDA melimpah, tetapi kekurangan tenaga kerja terdidik untuk mendukung pertumbuhan. Faktor yang perlu diperkuat?

SDM

300

Daerah Karya Jaya meningkatkan produksi lokal untuk meningkatkan permintaan barang masyarakat. Strateginya?

Demand Side Strategy

300

Desa Cemerlang mulai mengelola potensinya, tetapi belum optimal. Kategorinya?? 

Desa berkembang

400

Suatu lokasi berada dalam Kota Arunika secara administratif, tetapi digunakan khusus untuk perdagangan. Dua konsep yang sesuai?

Daerah dan kawasan

400

Peneliti membagi wilayah, menentukan batasnya, lalu mengelompokkan berdasarkan karakteristik. Sebutkan tiga metode tersebut.? 

Generalisasi, delimitasi, klasifikasi

400

Wilayah memiliki SDA dan SDM, tetapi tidak mampu mengolah sumber dayanya secara modern. Pilar yang kurang?? 

Teknologi

400

Daerah Tambang Makmur menerima investasi untuk mengolah SDA lokal menjadi produk ekspor. Strateginya?? 

Supply Side Strategy

400

Wilayah tertinggal terus membeli produk dari wilayah maju sehingga modalnya mengalir keluar. Permasalahannya?? 

Pembangunan interregional eksploitatif-asimetrik

500

Daerah A dan B memiliki batas administrasi berbeda. Namun, keduanya dianggap satu kesatuan karena hubungan aktivitas ekonomi lebih kuat daripada perbedaan batasnya. Konsep wilayah yang paling tepat?

Wilayah fungsional

500

Peneliti membagi sebuah provinsi menjadi wilayah pertanian, industri, dan pariwisata berdasarkan fungsi dominannya. Metode pewilayahan yang digunakan?

Klasifikasi

500

Daerah Gunung Raya memiliki topografi terjal. Mengapa strategi pembangunan tidak bisa disamakan dengan daerah dataran rendah?

Faktor topografi

500

Daerah Makmur meningkatkan produksi lokal untuk menaikkan taraf hidup masyarakat, bukan untuk ekspor. Strategi yang paling sesuai?

Demand Side Strategy

500

Desa Bhakti terbentuk dari warga berbagai keturunan, tetapi hubungan persaudaraan antarkelompok tetap kuat. Jika kedua ciri menjadi dasar pembentukannya, tipologinya?

Desa campuran