Koersif
Fungsional
Normatif
100

Integrasi 

Proses penyatuan atau penggabungan antara individu atau kelompok yang berbeda dalam masyarakat sehingga tercipta keharmonisan, kesatuan, dan kerja sama dalam kehidupan sosial.

100

Disintegrasi

Perpecahan

100

Tujuan Integrasi

Menciptakan masyarakat yang inklusif, yaitu semua anggota masyarakat hidup berdampingan secara harmonis dan saling menghormati, terlepas dari latar belakang mereka.

200

Akulturasi

•Proses sosial ketika dua budaya yang berbeda bertemu dan saling memengaruhi, tetapi tidak menghilangkan identitas atau ciri khas budaya masing-masing.

•Kedua budaya akan bercampur dan menghasilkan budaya baru, tetapi unsur-unsur dari masing-masing budaya tetap ada.

200

2 Ciri Integrasi Koersif

•Terjadi ketika individu atau kelompok dipaksa untuk mengikuti norma atau aturan tertentu. Dengan ancaman hukuman atau sanksi.

•Proses penyatuan dilakukan secara paksa dan tidak selalu berdasarkan kesepakatan bersama. Tekanan dari pihak yang lebih berkuasa, seperti pemerintah atau kelompok dominan.

200

Asimilasi

•Proses penyatuan dua budaya atau lebih menjadi satu budaya baru. Kelompok yang berbeda akan meleburkan identitas atau ciri khas budaya mereka dan membentuk identitas bersama yang baru.

•Terdapat proses adaptasi nilai, norma, dan perilaku kelompok lainnya. Pembauran yang harmonis.

300

3 Syarat Integrasi

Terpenuhinya kebutuhan setiap anggota masyarakat,

Terciptanya kesepakatan bersama (konsensus)

Masyarakat telah menjalankan nilai dan norma yang disepakati bersama secara konsisten dalam waktu yang cukup lama

300

3 ciri integrasi fungsional

•Terjadi ketika berbagai elemen atau bagian dari suatu masyarakat saling bergantung dan memiliki fungsi yang saling mendukung.

•Setiap kelompok atau individu memiliki peran atau fungsi tertentu yang saling melengkapi à Membentuk kesatuan yang utuh.

•Dapat menciptakan keteraturan dan kelangsungan hidup bersama dalam masyarakat.

300

Contoh : Akulturasi

Perayaan-perayaan keagamaan di Indonesia.

400

4 Faktor yg mempengaruhi cepat lambat Integrasi Sosial

- Homogenitas Kelompok

- Besar Kecil Kelompok

- Mobilitas Geografis

- Efektivitas komunikasi

400

4 ciri Integrasi Normatif

- Terjadi melalui kesepakatan atau aturan yang diakui bersama dalam masyarakat.

- Bersifat mengikat dan menjadi pedoman dalam berinteraksi

- Dilakukan melalui norma-norma sosial, hukum, atau tradisi yang diikuti oleh masyarakat.

- Keharmonisan dan kesatuan akan tercipta apabila masyarakat atau kelompok mengikuti norma yang berlaku.

400

Contoh : Asimilasi

Tradisi sekaten di Yogyakarta dan Surakarta.