A
B
C
D
E
1

MPASI boleh diberi garam atau gula sedikit saja supaya anak mau makan.

MITOS WHO menyatakan gula dan garam sebaiknya tidak ditambahkan ke makanan pendamping ASI. karena kebutuhan natrium anak sebenarnya dapat diperoleh dari bahan pangan. Jadi, alasan “supaya anak mau makan” bukan dasar yang dapat dibenarkan. 

1

MPASI wajib mengandung 4 unsur, yaitu karbohidrat, protein hewani, protein nabati, dan sayur-buah saat makan

FAKTA Kemenkes menyebut MPASI perlu memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein hewani dan nabati, serta vitamin dan mineral, dengan bahan makanan yang beragam.

1

1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dihitung sejak anak lahir hingga usia 3 tahun

MITOS Periode 1000 HPK umumnya dihitung sejak konsepsi/kehamilan sampai anak berusia 2 tahun, bukan sejak lahir sampai 3 tahun.  

1

Apabila golden period sudah terlewat dan anak sudah terlanjur kurang gizi, dampaknya sulit diperbaiki secara maksimal

FAKTA Karena masa awal kehidupan merupakan periode yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Namun, bukan berarti setelah 2 tahun tidak ada intervensi yang bermanfaat. UNICEF bahkan menyebut usia 5–19 tahun sebagai second window of opportunity dan sebagian anak dapat mengalami catch-up growth.

1

Pola makan yang buruk sejak kecil hanya berdampak pada tinggi badan (stunting), tidak berkaitan dengan kondisi psikis atau kejiwaan anak di masa depan

MITOS Dampak kekurangan gizi tidak hanya berupa pertumbuhan fisik. WHO menjelaskan bahwa malnutrisi pada masa awal kehidupan dapat mengganggu perkembangan fisik dan mental. UNICEF juga menyebut stunting berkaitan dengan gangguan perkembangan kognitif. Nutrisi dan perkembangan otak saling berkaitan, sehingga dampaknya dapat menyentuh kemampuan kognitif, belajar, dan perkembangan psikososial

2

Nasi adalah satu-satunya sumber karbohidrat yang baik untuk MPASI

MITOS Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi utama untuk aktivitas dan tumbuh kembang anak. Namun, nasi bukan satu-satunya pilihan. Sumber karbohidrat lokal seperti kentang, ubi jalar, singkong, jagung, talas, hingga oats memiliki kerapatan energi serta mikronutrien yang sangat baik untuk dijadikan MPASI. 

2

Ikan tidak boleh diberikan ke bayi karena berisiko alergi

MITOS Menunda pemberian makanan yang berpotensi alergen (seperti ikan, telur, dan kacang-kacangan) setelah usia 6 bulan justru meningkatkan risiko anak terkena alergi di kemudian hari. Pengenalan ikan sejak dini (mulai usia 6 bulan) membantu membentuk toleransi imun tubuh sekaligus memberikan asupan penting berupa asam lemak Omega-3, protein, dan zinc yang baik untuk perkembangan otak anak.

2

Protein hewani, seperti telur, ayam, ikan, dan daging berperan penting dalam mencegah stunting

FAKTA Protein hewani mengandung asam amino esensial lengkap dan daya serap tubuh yang lebih tinggi dibanding protein nabati. Asam amino esensial merangsang hormon yang memicu pertumbuhan tulang dan jaringan tubuh anak secara optimal.

2

Semakin banyak variasi sayur dan buah dalam menu MPASI, semakin baik untuk pemenuhan gizi mikro anak

FAKTA Memberikan berbagai variasi sayur dan buah dalam menu Makanan Pendamping ASI (MPASI) sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gizi mikro (vitamin dan mineral) anak secara optimal. Seiring bertambahnya usia pasca 6 bulan kebutuhan gizi anak meningkat, namun tetap perlu memperhatikan kesiapan sistem pencernaan secara matang.

2

Bahan pangan lokal, seperti daun kelor, tempe, atau ikan lele dianggap “kelas dua” dan kurang bergizi dibanding makanan kemasan/instan

MITOS Bahan pangan lokal memiliki nilai gizi yang luar biasa tingginya dan sering kali melampaui kandungan makanan olahan/instan. Contoh: tempe mengandung protein, isoflavon, serta probiotik pascabiotik yang baik untuk usus, sedangkan daun kelor (Moringa oleifera) kaya akan zat besi, vitamin A, dan kalsium.