Di mana Pukat dan teman-temannya bermain bola air?
Di sungai
Siapa yang tidak menghabiskan makan siangnya?
Burlian
Apa yang digunjingkan ibu-ibu di desa?
Perceraian orang tua Samsurat dan Kesi
Ruas bambu yang disumpal oleh sabut kelapa atau kain yang berfungsi sebagai alat penerangan.
Obor
Di mana latar cerita Novel Pukat?
Di Pulau Sumatera
Siapa yang menurut Mamak suka bergunjing?
Ibu-ibu di desa
Mengapa Burlian memakan nasi yang dingin?
Burlian tidak menghabiskan makan siangnya.
"Yang bekerja itu tangan, bukan mulut." _________ Mamak telak mengenai ibu-ibu yang sedang mencuci.
Sindiran
Di mana Pukat dan anak-anak lainnya belajar mengaji?
Di rumah Nek Kiba
Siapa teman Pukat yang hanyut ketika banjir?
Raju
Bagaimana Mamak mengajarkan Pukat dan Burlian untuk menghargai sebutir nasi?
Pukat dan Burlian ikut Bapak membuka ladang.
Pukat meraih tangan Amelia dan ___________ berlarian pulang.
Tunggang langgang
Di mana Raju hanyut terbawa banjir?
Di ladang jagung Wak Lihan
Siapa tokoh yang megalami gangguan jiwa?
Samsurat
Mengapa Pak Bin kecewa akan perilaku Pukat?
Pukat membuat cerita bohong tentang Samsurat.
Cairan berbau yang keluar dari luka.
Nanah
Di mana rumah sakit khusus untuk merawat Samsurat?
Di kota provinsi
Siapa nama adik Samsurat?
Kesi
Apa maksud Nek Kiba dengan pipa pembuangan terkotor?
Bakwo Dar meminum air bening dari potongan akar yang rasanya ____________ .
Sepat